Kamis, 03 Maret 2011

Maret, e-KTP Surabaya Tuntas 100%

Maret, e-KTP Surabaya Tuntas 100%
01-Maret-2011


SURABAYA – Pemkot Surabaya menargetkan penerapan elektronik Kartu Tanda Penduduk atau disebut e-KTP tuntas semua di seluruh kecamatan paling lambat Maret mendatang. Salah satu upaya mempercepat program ini pemkot berupaya mengoneksikan data kependudukan Kota Surabaya dengan database di pemerintah pusat (Kemendagri). Setelah database terkoneksi pemkot tinggal mengoperasionalkan e-KTP melalui program Nomor Induk Kependudukan (NIK) Surabaya dengan milik pemerintah pusat.

“Pengkoneksian program NIK Surabaya dan pusat agar tidak ada lagi nomor KTP ganda. Tujuan agar KTP tidak bisa dipalsu atau seseorang bisa memiliki lebih dari dua KTP,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pemkot Indra Kartika, Sabtu (26/2).

Untuk Surabaya, lanjutnya, program pengadaan e-KTP didasari atas data yang ada dalam database Dispenduk Capil dan di seluruh kecamatan se-Surabaya. Data dalam database itu harus kongkrit dan akurat. Kemudian, tidak ada lagi KTP yang ganda dan identitas pemilik KTP jelas. Selain itu, KTP-nya harus dilengkapi jati diri pemegangnya berupa sidik jari pemiliknya.

Setelah ini semua selesai, pemkot akan segera mengkoneksikan data Surabaya dengan data di Jakarta. Untuk urusan pendataan di Surabaya sendiri sudah sekitar 80%-90%. “Pendataan ini sudah tuntas, kami akan mengkoneksikannya dengan database milik pusat, ya, paling lambat akhir Maret,” jelasnya.

Walikota Tri Rismaharini mengatakan, pengoperasian e-KTP, pemkot tinggal menunggu pemerintah pusat. “Informasi yang saya terima, koneksi data ini sudah hampir 100 persen. Insya Allah Maret sudah clear,” katanya..

Peraturan dari pemerintah pusat yang diikutinya, program e-KTP ini sangat bergantung pada NIK. Sementara NIK di Surabaya harus disamakan dengan data NIK di seluruh Indonesia.

Risma menambahkan, pihaknya tetap ingin program e-KTP ini berjalan lancar sesuai aturan. Dan dia tidak ingin program e-KTP ini nanti justru mengganggu pelayanan publik. Karena itu ia lebih berkeinginan mematangkan persiapan, dibandingkan dengan realisasi. “Saya yakin penerapan e-KTP tidak semudah itu, jadi kami lebih mementingkan persiapan di dalam Pemkot sendiri,” kata dia.

Mantan Kepala Bappeko ini menerangkan kendala yang mungkin muncul adalah bagaimana mengatasi jika ada ribuan nama yang sama se-Indonesia. Karena itu, persiapan tahap awal, antara data di kelurahan, kecamatan dan Dispenduk Capil harus sama.

e-KTP ini merupakan metode autentikasi dan pengamanan data tinggi. Hal ini karena dalam KTP itu ditanamkan chip yang memiliki kemampuan autentikasi, enkripsi dan tanda tangan digital. Autentikasi dua arah dilakukan antara kartu elektronik dan perangkat pembacanya agar kartu dan pembacaannya dapat dipastikan sah. Sementara enkripsi digunakan untuk melindungi data yang tersimpan di dalam kartu elektronik dan tanda tangan digital untuk menjaga integritas data.

Di samping itu, e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.

Tanda tangan juga dilakukan secara digital serta disimpan di dalam rekaman elektronik berupa chip tadi. Perekaman sidik jari dilakukan terhadap 10 sidik jari tangan yang disimpan pada basis data dan dua buah sidik jari tangan yaitu jari telunjuk kanan dan kiri pada chip kartu.

Yang jelas, katanya, dengan e-KTP tidak serta merta pemkot akan membuatkan KTP baru bagi warga yang belum memilikinya. Menurut dia, pembuatan KTP harus melalui prosedur khusus sebab KTP berkaitan dengan akte kelahiran dan Kartu Keluarga (KK).

“Saya sudah minta ke Dispenduk Capil agar memastikan jumlah penduduk Surabaya. Sebab kalau data diambilkan dari KTP saja masih kurang valid. Sebab KTP hanya bagi mereka yang sudah berusia 17 tahun ke atas. Karena itu saya berharap warga juga harus punya akte kelahiran,” ungkapnya.pur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar